Kamis, 10 November 2011

TOEFL Introduction

TOEFL atau Test of English as a Foreign Language merupakan salah satu alat ukur kemampuan bahasa Inggris ragam baku yang sering digunakan untuk melakukan seleksi terhadap calon-calon mahasiswa tingkat lanjut (S2 atau S3) baik didalam maupun untuk studi lanjut keluar negeri, perekrutan tenaga-tenaga akademik, dan penerimaan pegawai kantor pemerintah atau swasta. Jenis tes ini muncul pertama kali pada tahun 1963di Amerika Serikat dibawah pengawasan suatu lembaga bernama “Modern Language Association”.
Menurut Dokter Pamela Sharpe, yang telah berpengalaman menuyusun buku-buku model tes TOEFL selama puluhan tahun, dalam kurun waktu atara 1980 hingga 1990-an, setiap tahun ada sekitar 380 ribu siswa dari 140 negara mengikuti tes TOEFL, baik di Amerika Serikat maupun di negara mereka masing-masing. TOEFL sering di kritik karena hampir seluruh tes berbentuk objektif, sehingga kemampuan kognitif saja yang di uji, sementara keterampilan motorik tidak begitu diutamakan. Oleh karena itu, pada edisi-edisi TOEFL yang lebih baru terdapat kelompok soal mengarang (writing). Bahkan pada jenis TOEFL yang paling akhir – Next Generation TOEFL atau Internet Based TOEFL – selain ada kelompok soal wajib mengarang (writing), juga ada kelompok soal kemampuan berbicara (Speaking). Hal ini dapat dilakukan berkat kemajuan sarana yang modern dan canggih.

Jika kita simak secara umum, maka perbedaan-perbedaan model TOEFL dari yang paling awal hingga paling mutakhir adalah sebagai berikut :

1. Dalam TOEFL biasa (kertas dan pensil), model yang paling lama, pada kelompok soal Listening, ada butir-butir soal yang pertanyaan nya didasarkan pada ucapan sebuah kalimat (bukan suatu percakapan). Pada TOEFL biasa model sekarang, model soal tersebut telah dihilangkan dan langsung pada pertanyaan-pertanyaan yang berdasar pada percakapan- percakapan antara dua orang, biasanya pria dan wanita. Selain itu, kelompok soal kemampuan membaca (Reading) pada TOEFL lama, soal-soal mengenai kosakata atau vocabulary disendirikan. Pada TOEFL biasa sekarang, soal-soal tersebut diberikan secara selang-seling dalam bentuk beberapa pertanyaan mengenai isi teks bacaan. Perbedaan lain yang terdapat pada kelompok Reading adalah ditiadakannya bagian soal terakhir yang berupa kalimat-kalimat (bukan teks bacaan) yang diikuti pertanyaan-pertanyaan yang isinya serupa dengan kalimat soalnya. Jadi, soal ini mirip dengan bagian kelompok soal Listening yang juga berupa kalimat-kalimat diikuti pertanyaan-pertanyaan seperti yang telah disebutkan di atas.

2. TOEFL biasa model sekarang pada umumnya terdiri dari kelompok-kelompok soal sebagai berikut (dari buku Pyle, 1995) :

Kelompok pertama : Listening (50 butir soal 30 menit). Bagian A : Percakapan-percakapan antara dua orang diikuti pertanyaan-pertanyaan dengan 4 pilihan jawaban. Bagian B : Pertanyaan-pertanyaan yang lebih panjang diikuti beberapa pertanyaan dengan 4 pilihan jawaban. Bagian C : Ceramah dengan pidato-pidato diikuti pertanyaan-pertanyaan dengan 4 pilihan jawaban.

Kelompok Kedua : Structure and Written Expression (40 butir soal 25 menit). Bagian A : Soal-soal melengkapi kalimat yang belum sempurna dengan 4 pilihan jawaban. Bagian B : Soal-soal berupa kalimat yang masing-masing ada 4 bagian yang digaris bawahi serta ditandai A,B,C dan D. Peserta disuruh menunjukkan bagian yang salah (kata atau frasa) tanpa harus memberikan pembetulannya.

Kelompok Ketiga : Reading Comprehension ( 50 butir soal 55 menit). Kelompok ini berisi 5-6 teks bacaan yangmasing-masing diikuti 8-10 pertanyaan mengenai isinya atau kata-kata yang mirip artinya dengan salah satu kata dalam teks. Tiap soal diikuti 4 pilihan jawaban dalam bentuk pilihan ganda.

3. Pada TOEFL dengan komputer (Cumputer-Based TOEFL), perbedaan yang paling mencolok adalah keharusan peserta untuk terampil menggunakan komputer. Kelompok soal Listening hampir sama dengan TOEFL biasa, hanya saja jumlah butir soalnya lebih banyak dan ada butir soal yang mempunyai dua pilihan jawaban yang benar. Tentang urutan bagian-bagian soalnya sama dengan TOEFL biasa, yaitu beberapa percakapan antara dua orang, beberapa percakapan yang lebih panjang, ceramah-ceramah, atau pidato. Kelompok soal Structure juga tak jauh berbeda, yaitu ada bagian soal melengkapi kalimat dan ada soal-soal yang menunjukkan kesalahan dalam kalimat. Hanya saja, dalam TOEFL komputer, kedua macam soal tersebut diberikan secara berselang-seling, tidak secara sendiri-sendiri seperti dalam TOEFL basa. Selain itu, hasil nilai kelompok soal ini nantinya digabung dengan nilai Writing dengan bobot skor masing-masing 50 persen. Pada umumnya, peserta TOEFL merasakan bahwa kelompok soal yang paling berat adalah Listening. Hal ini mungkin disebabkan oleh tiadanya pengulangan untuk rekaman-rekaman percakapan maupun pertanyaan-pertanyaannya (semuanya hanya diperdengarkan satu kali). Faktor lain, khusus untuk para peserta di negeri kita ialah tidak selalu tersedia kesempatan berkomunikasi langsung dengan para penutur asli bahasa Inggris, terkecuali ditempat- tempat wisata seperti di Bali misalnya.

Bersambung ke bagian 2 tulisan

1 komentar: